Home » , , » Rincian Modal Usaha Ayam Bakar/Goreng Kaki Lima

Rincian Modal Usaha Ayam Bakar/Goreng Kaki Lima

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Thursday, September 28, 2017

Selamat malam pembaca usaha kecil kecilan yang setia, dimanapun anda berada, bahasan kali adalah mengenai usaha kuliner ayam, yaitu ayam bakar atau ayam goreng dipinggir jalan, atau lebih dikenal dengan usaha kaki lima. Lebih khususnya mengenai berapa biaya untuk modal usaha ayam bakar yang dibutuhkan dari mulai sampai beroperasi. Sebab, saya rasa merinci detail anggaran biaya adalah kewajiban seorang usaha sebelum memulai usaha apapun, termasuk usaha kecil sekalipun.

Ayam yang tadinya makanan bersifat prestis (Berharga_red) di masyarakat kini sudah memulai pudar, ayam maksud saya daging ayam sekarang bisa di konsumsi masyarakat kelas keatas sampai kebawah seiring perkembangan ekonomi masyarakat Indonesia dalam dekade terakhir. Sebab harga daging ayam murah dan mudah didapatkan dimana saja. Tentu bukan sesuatu kekeliruan jika anda akan mencoba peluang usaha ayam bakar atau goreng modal kecil dipinggir jalan dengan gerobak, karena pasaran luas dimasyarakat.


ayam bakar kaki lima
Anda mungkin sering melihat banyak penjual ayam bakar dan goreng kaki lima atau yang bertengger di jalan, hanya menggunakan warung tenda atau gerobak. Mungkin juga anda pernah membelinya. Jika saya lihat usaha ayam bakar ini terbilang praktis, nggak ribet. Simpel. Anda tinggal menyiapkan daging ayam yang udah dikukus dan dibumbui, nanti jika ada yang mau beli tinggal dbakar atau digoreng, beres. Paling tambah sambal dan sedikit lalapan timun, kemangi dan kubis.

Masalah pengadaan daging ayam gampang, sekarang sudah banyak RPA,, atau rumah ptong ayam dimana mana yang siap menyuplai kapanpun kalian minta. Kita cukup kontrak berapa yang dibutuhkan perhari dengan kriteria tertentu. Kalau saya lihat, rata rata untuk daging ayam broiler konsumen lebih enak dikisaran bbobot 0.8-1 kg. Alasannya adalah jika dipotong itu besar potongannya ideal. Sisi lain adalah biaya, semakin berat tentu biayanya lebih mahal.

Tertarik bukan?

Ya usaha ini bisa anda ambil, kapanpun, karena saya rasa usaha kuliner tidak pernah lekang waktu, selama manusia masih ada, karena makanan adala kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan papan,, apalagi kuliner daging ayam yang dinilai lebih bergizi dan murah.

Beikut adalah analisa usaha mengenai rincian modal usaha ayam bakar dan goreng yang kita butuhkan dari awal sampa beroperasi.
Biaya tetap
keterangan
Jumlah
Gerobak 1 set

2.000.000
Peralatan masak dan gerabah
Sesuai kebutuhan
200.000
Alat pembakaran

60.000
Kompor

120.000
Tabung Gas

150.000
Total

2.530.000

Biaya tetap adalah biaya awal untuk perlengkapan, tidak tergantung dengan jumlah produksi. Jika anda menyediakan makan di temapt mungkin anda haru menyediakan tenda dan lesehan ayau mungkin dengan kursi plastik.

Setelah biaya itu kita penuhi, kita tinggal memenuhi biaya operasional sehari hari, dibawah ini; 

Biaya operasional
keterangan
Jumlah
Daging ayam
8 Kg, @25.000
200.000
Bumbu
Sesuai selera
20.000
Sambal
Sesuai selera
30.000
Arang
1 kg, @3000
3000
Plastik
2 bungkus, @2000
4000
Kertas minyak
menyesuiakan
4000
Timun
1 kg
3000
Kubis
1  gumpal
3000
Total

267.000

Total modal awal sampai beroperasi : 2.530.000+267.000= 2.797.000


Jika sudah terlampaui semua, sekarang tinggal bagaimana menjalankan usaha ayam bakar dan goreng agar laris, salah satunya dengan melakukan pomosi harga net sesuai modal.

Hal lain yang memepnegaruhi adalah lokasi, lokasi startegis akan mempengaruhi kelarisan, semakin banyak lalu lalang orang, semakin besar kesematan ayam bakar terjual.

Selain lokasi, hal yang paling membuat anda laris adalah rasa ayam bakar itu sendiri dan sambalnya, KARENA lidah ngga bisa boong soal rasa. Begitu kan? Kalau elu beli makanan pasti elu milihnya enak, murah dan nyaman serta dapatnya banyak. Haha mahasiwa kali.

Bagaimana dengan keuntungnanya?

Setiap potongan ayam bakar, relatif 150-200 gram, namun kita anggap tipisnya saja, 150 gram, jadi kita dapat 6-7 potong setiap kilonya, kalau lima kilo berarti 50 potong dah.

Penjualan tidak selalu habis, umumnya 80-90%, nah kalo yang ini jkita target tingginya, 90 %, jadi dari 48, terjual 40 potong. Harga kita menyesuaikan padaa umumnya, ya 8 ribu. Jadi pendapatan kita selama sehari adalah

45 x 8000 = 360.000 /perhari

Berapa keuntungan kita perharinya?

360.000-267.000= 93.000 per hari

Kalau per bulan berapa?

2.790.000

Lumayan kan?

Kalau lagi laris manis bisa lebih dari 3 juta. Udah kaya PNS golongan tiga a kan? Kerjanya Cuma sore sama malem.

Hahaha.

Demikian kuranya yang bisa saya sampaikan, jika ada kekeliruan mohon dimnegerti karena masih sama sama belajar bisnis. Mari kita berdoa saja, semoga usaha ayam bakar kita laris manis sepanjang tahun, amiin.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Previous
« Prev Post

Artikel Terbaru

Recent Posts Widget