Home » » Cara Budidaya Kacang Panjang Agar Panen Maksimal

Cara Budidaya Kacang Panjang Agar Panen Maksimal

Posted by Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah on Sunday, November 11, 2018

Cara Budidaya Kacang Panjang Agar Panen Maksimal, dari mulai menanam, pemupukan, pemangkasan sampai pemanenan
cara  menanam kancang panjang
Kacang panjang, siapa yang tidak kenal dengan salah satu lalapan ini? Kacang panjang memiliki nama ilmiah Vigna sinensis, dari kelas Magnoliopsida. tingginya sekitar 2,5 m. Daun-daunnya agak panjang dan terkadang memiliki bulu-bulu halus. Buahnya berbentuk panjang dan bisa mencapai sekitar 25cm. Pohon kacang panjang dapat tumbuh dengan baik di ketinggian kurang dari 800m Dpl. Namun tidak memungkinkan juga budidaya kancang panjang didataran tinggi, bahkan ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan memenanam di pekarangan rumah.

Kancang panjang merupakan salah satu tanaman merambat, tentunya saat cara menanam kacang panjang tersebut memerlukan sebuah peyangga sebagai media tumbuhnya tanaman. Rasa buahnya yang masih muda memiliki cita rasa manis dan gurih, dan biasa dijadikan sebagai bahan lalapan.

Bagi sebagian orang, melakunan budidaya kacang panjang memiliki keuntungannya tersendiri. Selain terbilang mudah dan masa panen yang tidak terlalu lama. Juga minat pasar terhadap kacang panjang terbilang cukup tinggi.

Nah, bagi Anda yang mau mencoba bagaimana cara budidaya kacang panjang yang baik, dari mulai cara menanam, pemupukan, pemangkasan sampai perawatan silakan cermati ulasan di bawah ini:


Melakukan budidaya kacang panjang termasuk mudah caranya, hanya saja memerlukan perawatan yang intens. Kacang panjang kaya akan vitamin A, thiamin, riblofavin, zat besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan, protein hingga lemak.

Kacang panjang bahkan bisa dijadikan sebagai obat seperti anti bakteri, kanker payudara, leukimia, gangguan salur kencing, batu ginjal, meningkatkan sel darah merah, kekurangan darah, reumatik dan beberapa manfaat lainnya. Tak heran, dengan segudang manfaat dan gizi yang besar, kacang panjang menjadi salah satu makanan yang wajib Anda dan sekeluarga konsumsi.

Cara Budidaya Kacang Panjang yang Mudah


· Penyakit Tanaman Kacang Panjang

Sebagai salah satu tanaman budidaya, kacang panjang tidak lepas dari permasalahan seperti penyakit yang menyerang. Salah satu hama yang menjadi masalah adalah hama penggerek polong (maruca testulalis) dan kutu daun (aphis craccivora).

Gejala hama penggerek adalah tampak bunga yang rusak, kemudian gugur. Kulit polong kacang panjang berlubang dan keluar cairan lava berwarna cokelat.

Sedangkan untuk hama kutu daun menyerang pada bagian bungil yang masih muda-muda.

Cara mengatasinya mudah saja, Anda tinggal rajin melakukan perawatan pada pohon dengan menyemprotkan cairan anti hama yang sesuai. Lakukan pula perawatan seperti pembersihan terhadap polong yang sudah rusak atau membusuk.

Langkah dan cara menanam kancang panjang step by step

Untuk budidaya kacang hijau yang pertama kali adalah memilih benih tanaman. Anda bisa mendapatkan dengan membeli di toko-toko pertanian terdekat. Carilah benih dengan kualitas super untuk hasil tanaman terbaik. Jangan lupa perhatikan tanggal produksi benih serta tanggal kadaluwarsa.

Selanjutnya, sediakan lahan.

Usahakan pilih lahan yang tanahnya sudah bisa Anda gemburkan. Caranya lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak, kedalaman lahan cukup sekitar kisaran 25-30cm. Namun, jangan langsung kemana benih. Setelah penggemburan selesai, beri pupuk kandang atau kompos lalu diamkan lahan selama 4-5 hari.

Usahkan lahan yang Anda garap dapat pemiliharaan matahari yang cukup, dan jauh dari unggas seperti ayam yang dapat merusak tanaman Anda nantinya.

Ada baik pula, saat melakukan budidaya kacang panjang dilakukan ketika di akhir-akhir musim penghujan. Tujuannya menghindari tanaman terkena hujan berlebih dan tidak mudah membusuk.

Setelah menunggu beberapa hari, selanjutnya adalah eksekusi benih yang sudah Anda siapkan.

Buatlah garapan dengan jarak setiap lubang adalah 30×60 cm, sehingga tanaman kacang panjang memiliki ruang untuk tumbuh.

Isi lubang yang Anda buat tadi dengan 2-3 benih setiap lubangnya. Tutup dengan tanah tipis.

Selesai menanam siapkan lanjaran kayu setinggi 1,5-1 meter. Untuk media perambatan. Pemasangan lanjaran bisa dilakukan ketika usia tanaman mencapai 10-15 hari. Penanaman lanjaran di antara dua lubang dengan membentuk “X”.

Jangan lupa lakukan penyiraman rutin terhitung dari hari pertama penanaman. Penyiraman dilakukan dua hari sekali, yaitu di waktu pagi dan sore hari. Lakukan pembersihan rutin dari rumput-rumput liar, setelah usia tanaman memasuki umur 15-20 hari.

Untuk pemupukan bisa Anda gunakan pupuk kandang di awal budidaya kacang panjang atau menggunakan pupuk organik. Selanjutnya bisa menggunakan pula pupuk kimia sepertu NPK/ZA.

Misalnya pemupukan pertama saat tanaman berumur ±12 hari dengan pupuk NPK, dosis ZA untuk 50kg/Ha.

Atau saat tanaman berumur ±28 hari, dengan pupuk NPK sebanyak 200kg/Ha.



Proses budidaya kacang panjang selanjutnya hanyalah tinggal perawatan secara rutin. Pun waktu panennya relatif cepat hanya menunggu waktu sekitar 4 bulan saja saat panen pertama.



Kacang panjang terbilang akan tetap relatif stabil di pasaran apabila tidak terjadi produksi massal. Pasalnya, jika budidaya kacang panjang dilakukan secara massal, harga kacang panjang akan turun dan produk kacang panjang akan menjadi barang yang sia-sia. Inilah mengapa sebelum Anda memutuskan untuk melakukan budidaya kacang panjang Anda lakukan analisis pasar terlebih dahulu. Baik dalam minat konsumen ataupun intensitas budidayanya. Agar nantinya Anda tidak mengalami kerugian yang begitu signifikan.

Varietas Budidaya Kacang Panjang di Dataran Rendah

Dataran rendah memiliki keunggulan tersendiri dalam hal budidaya pertanian. Namun memang tidak semua jenis tanaman dapat tumbuh di ketinggian tertentu. Tapi adapula tanaman yang juga masih tumbuh di dataran rendah. Salah satunya adalah kacang panjang, yang memang tumbuh baik di dataran rendah kurang dari delapan ratus meter di bawah permukaan air.

Varietas unggulan, yang biasa ditanam petani di dataran rendah ada dua jenis. Apa saja?

1. Varietas Kacang Panjang 1 (KP 1)

Jenis kacang panjang ini berasal dari Bekasi, Jawa Barat. Tumbuh di atas ketinggian 500 m dpl. Memiliki panjang 44 sampai 75 cm. Warna kacang hijau varietas KP1 hijau tua, rasanya agak manis dan renyah.

Memiliki bentuk panjang bulat dan sedikit gepeng. Dalam jangka waktu 28 hari, tanaman sudah mengeluarkan tunas bunga. Panennya sendiri saat umur tanaman sudah mencapai 79 hari atau kurang.


2. Varietas Kacang Panjang 2 (KP 2)

Jenis kedua yang sering dibudidayakan adalah jenis KP 2. Kacang panjang varietas ini berasal dari Bogor. Tumbuh baik di ketinggian di bawah 500 m dpl. Panjang buahnya sekitar 35 sampai 60 cm dan berwarna hijau. Tinggi tanaman berkisar ±2 meter. Akan muncul tunas bunga ketika tanaman berusia 30 hari. Dan dapat di panen ketika tanaman memasuki usia 58-80 hari.


Itulah dua jenis varietas yang sering digunakan sebagai benih budidaya. Meski tidak menutupi kemungkinan masih akan ada varietas unggulan lainnya nanti. Masing-masing varietas memiliki kelebihannya sendiri dan peminatnya.


Adapun bisa Anda lakukan dengan membuat benih sendiri, ketimbang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli benih, caranya mudah saja. Ambilah benih dari polong yang paling bagus kualitasnya menurut Anda ketika melakukan panen. Pisahkan biji dari kulitnya setelah Anda jemur di bawah terik matahari sampai warna kacang menguning dan kering. Dan ambilah biji tersebut sebagai benih.

Saat melakukan panen, jangan lupa pisahkan antara polong muda dan polong tua. Tujuannya agar memudahkan Anda saat memilah nantinya.

Sampai disini saja dahulu pembahasan mengenai budidaya kacang panjang, semoga dapat membantu.

Sekian.

Thanks for reading & sharing Contoh Usaha Kecil Kecilan Dirumah

Newest
You are reading the newest post

Artikel Terbaru

Recent Posts Widget